Media Sikap

“Mereka Juga Butuh Pintar.”

Sudah lebih dari 60 tahun kita merdeka, tetapi masih banyak pembodohan dan penindasan. “katanya negeri ini kaya, katanya negeri ini sejahtera.” itu hanya berlaku bagi para penguasa saja, dan nyatanya masih banyak di negeri kita rakyat yang menderita (khususnya anak-anak jalanan). Di saat anak-anak yang lain sedang asik menikmati rutinitas sehari-hari seperti bermain, bercanda riang yang singkatnya menikmati indahnya hidup, maka di saat yang bersamaan pula terdapat banyak anak-anak jalanan yang sudah bekerja keras untuk mempertahankan hidupnya.

Anto (7) adalah salah seorang korban kekejaman pemerintahan SBY-JK, ia masih duduk di kelas 2 SD, tetapi ia sudah harus bekerja keras membantu keluarganya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari. Anto anak ke 5 dari 9 bersaudara, kesehariaannya adalah sekolah ketika pagi, dan pergi mengaji ketika waktu mulai sore. Dan dari siang sampai sore dia mencari uang di lampu merah dengan cara meminta-minta dari orang-orang yang mempunyai belas kasihan.

Penghasilan yang di dapatnya paling kecil Rp 5.000, dan yang paling besar adalah Rp 30.000 dan itu pun hanya sekali saja ia merasakannya. Anto bercita-cita ingin menjadi seorang polisi, karna ibunya yang menyuruhnya untuk menjadi seorang polisi. Ibunya berkata, “polisi itu banyak duitnya.”

Lain halnya dengan Rian (12), yang sudah putus sekolah sejak kelas 6 SD, ia anak ke 3 dari 4 bersuadara. Rian tinggal dengan keluarganya tanpa seorang ayah, yang telah meninggal dunia sejak Rian masih kecil.

Rian membantu ibunya atas keinginannya sendiri, dengan cara mengamen di lampu merah dari jam 10 pagi sampai jam 5 sore. Penghasilan paling kecil yang di peroleh Rp 10.000, dan yang paling besar Rp 30.000. ibunya rian tidak pernah mengeluh berapapun uang yang di bawa pulang oleh Rian, ibunya sangat ikhlas dengan hasil yang diperoleh Rian, berapapun itu.

Orang tua mereka sebenarnya tidak tega melihat anaknya mencari uang di jalan. Tetapi ini terjadi karena faktor ekonomi yang memaksa mereka untuk tega melihat anaknya mencari uang di jalan. Karena kita juga tidak bisa pungkiri bahwa sekarang itu “apa-apa” serba pakai uang, “apa-apa” serba mahal, begitu pula dengan pendidikan.

Jika diperhatikan anak-anak jalanan itu bukanlah ditangkap dan diberi pendidikan tetapi ditangkap dan tidak diperbolehkan meminta yang tadinya itu tempatnya mencari nafkah. Jika begitu sama saja pemerintah hanya “menyembunyikan” bukan memperbaiki (memberikan pengajaran).

Banyak sekali anak-anak jalanan yang perilakunya menyimpang, di karenakan kurangnya pendidikan yang mereka dapatkan, sehingga banyak orang-orang di sekitar kita yang telah men-cap “jelek” anak-anak jalanan. Sampai-sampai banyak Kamtib yang mengejar dan menangkap mereka.

Sebenarnya kita tidak boleh berbuat seperti itu, karena tidak semua anak-anak jalanan itu “jelek”, kenapa kita tidak mencoba untuk memberi pengarahan dan pendidikan kepada anak-anak jalanan.

Apa benar, bahwa untuk pintar itu harus mahal ???

Bukankah di Negara kita ini ada yang namanya subsidi?? ,kemanakah subsidi itu ?? Di KORUPSI oleh KORUPTOR…!! kembali ke masalah koruptor mungkin sanksi yang ada masih kurang tegas sehingga para KORUPTOR itu tetap “Keukeuh”, dan tidak memperdulikan Rakyat.

Sehingga jika keadaan ini terus terjadi berlarut-larut maka bisa dipastikan Negara kita ini akan menanggung hutang yang sudah menumpuk dan terus menumpuk hingga akan terus dirasakan dampaknya sampai ke anak cucu kita.

Maka dari itu kita Bantu anak-anak jalanan yang akan menjadi generasi penerus kita, yang dengan cara berikan subsidi yang seharusnya sampai ke tangan mereka bukan sampai ke kantong para penjabat.

Mereka ingin sekali menikmati pendidikan yang nyatanya saat ini pendidikan itu sangat mahal sekali harganya. Bukankah kita tahu, bahwa setiap warga negara Indonesia berhak untuk mendapatkan pendidikan, dan mereka itu adalah salah satu bagian dari warga negara Indonesia. Mereka adalah generasi penerus bangsa ini, Bagaimana negeri ini bisa maju, jika para generasi penerusnya tidak mempunyai pendidikan. (ars)

“Negeri ini butuh generasi penerus yang cerdas, hentikan pembodohan mulai dari sekarang.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: